TATA PROJECT

Cafe Ada Rasa Purwokerto – Belakang UNSOED

Perlombaan Melawan Waktu: Menjelang Pembukaan Resto Bu Ninuk dalam 3 Minggu 1. Sapaan Hangat di Notifikasi WhatsApp Sore itu, sebuah notifikasi masuk ke layar WhatsApp kami. Nama “Bu Ninuk” tertera…

Location
PURWOKERTO
Type
Comercial | Cafe | Resto
Year
Materials
Besi | Plywood | HPL
Cafe Ada Rasa Purwokerto – Belakang UNSOED
Jasa interior rumah Purwokerto - Solusi desain cafe dan resto unik

Perlombaan Melawan Waktu: Menjelang Pembukaan Resto Bu Ninuk dalam 3 Minggu

1. Sapaan Hangat di Notifikasi WhatsApp

Sore itu, sebuah notifikasi masuk ke layar WhatsApp kami. Nama “Bu Ninuk” tertera di layar, membuka percakapan dengan nada penuh ramah sekaligus menyimpan sedikit riak gelisah. Dari cara beliau bertanya dan menyebutkan beberapa detail layanan kami, besar kemungkinan beliau menemukan Insterhome melalui hasil pencarian di website.

Bu Ninuk bercerita singkat mengenai rencananya membangun sebuah area dining dan resto yang nyaman. Namun, di balik antusiasmenya, ada satu tantangan besar yang langsung membuat tim kami menarik napas dalam-dalam. Beliau menginginkan seluruh interior selesai dan siap pakai karena tanggal grand opening sudah dipatok ketat. Tidak ada waktu untuk bersantai atau sekadar menunda pembicaraan. Bagi kami, pesan singkat sore itu bukan sekadar pertanyaan layanan, melainkan sebuah sinyal dimulainya perlombaan melawan waktu.


2. Berkejaran dengan Target: Survey Langsung Besok Pagi

Mengetahui target pembukaan restoran tinggal 3 minggu lagi, kami tidak menyia-nyiakan waktu sedikit pun. Begitu percakapan di WhatsApp selesai dan poin-poin awal disepakati, kami menyusun jadwal darurat. Keesokan harinya, saat matahari baru saja memancarkan sinar hangatnya, tim kami sudah meluncur menuju lokasi proyek Bu Ninuk.

Tiba di lokasi, kami disambut hangat oleh Bu Ninuk. Suasana area restoran saat itu masih sangat polosan dan belum tertata. Kami langsung bergerak cepat melakukan pengukuran presisi, mengecek pencahayaan alami, mengamati alur sirkulasi pengunjung, hingga mencatat titik-titik kelistrikan yang ada. Bu Ninuk menyampaikan visinya secara detail: beliau menginginkan resto yang tidak hanya estetis saat difoto, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu yang menikmati hidangan. Setiap detail permintaan beliau kami catat dengan cermat, karena dalam tenggat waktu sempit seperti ini, tidak boleh ada margin kesalahan sedikit pun akibat miskomunikasi.


3. Mengubah Konsep Menjadi Visual: Maraton Desain

Setelah seluruh data lapangan dan keinginan Bu Ninuk terkumpul, kami segera kembali ke studio. Waktu terus berjalan, dan kami tahu setiap jam sangat berharga. Tim desainer kami langsung menggelar sesi brainstorming marathon untuk menerjemahkan impian Bu Ninuk ke dalam bentuk visual tiga dimensi.

Kami berfokus merancang interior restoran yang memadukan kehangatan atmosfer dining dengan efisiensi fungsi kerja staf resto kelak. Pemilihan material, skema warna, hingga pencahayaan dirancang sedemikian rupa agar proses fabrikasi nantinya dapat berjalan cepat tanpa mengurangi kualitas pengerjaan. Jemari para desainer menari di atas papan ketik dan layar monitor hingga larut malam. Kami ingin memastikan bahwa rancangan yang kami serahkan nanti tidak hanya indah di kertas, tetapi juga realistis untuk dieksekusi dalam hitungan hari.


4. Lampu Hijau dalam 3 Hari dan Eksekusi Tanpa Kompromi

Tiga hari pasca survey lokasi, kami kembali menghubungi Bu Ninuk untuk menyajikan presentasi desain. Momen ini selalu menjadi momen yang mendebarkan bagi kami. Namun, ketegangan itu seketika mencair saat melihat senyum puas di wajah Bu Ninuk. Tanpa banyak revisi, desain yang kami ajukan langsung mendapatkan keputusan ACC.

Persetujuan cepat ini menjadi lampu hijau bagi tim produksi dan tukang untuk langsung tancap gas. Tanpa menunggu esok hari, proses fabrikasi di workshop dan pengerjaan konstruksi di lokasi langsung dimulai serentak.

Selama lebih dari dua minggu berikutnya, suasana lokasi proyek menjadi sangat hidup. Suara pemotongan kayu, deru mesin, serta debu amplas menjadi bagian dari keseharian kami. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang sangat solid. Setiap potongan material dipasang dengan tingkat ketelitian tinggi. Mulai dari area kasir, penataan meja dining, hingga detail furnitur pendukung dikerjakan secara bertahap namun pasti. Pengawasan ketat kami lakukan setiap hari untuk memastikan tidak ada pengerjaan yang melenceng dari standar mutu.


5. Senyum Lega Sehari Sebelum Hari-H

Malam itu, tepat satu hari sebelum tanggal pembukaan restoran yang ditentukan, suasana di dalam resto mendadak berubah hening dan tenang. Suara alat-alat pertukangan yang meramaikan ruangan selama beberapa minggu terakhir telah berganti menjadi pemandangan ruangan yang rapi, bersih, dan menawan.

Kami berhasil menyelesaikan seluruh pengerjaan interior tepat 1 hari sebelum acara pembukaan.

Pencahayaan hangat yang terpancar dari lampu-lampu interior menyinari setiap sudut ruangan, memantulkan keindahan tekstur furnitur yang baru saja dipasang. Saat Bu Ninuk berjalan melintasi pintu masuk dan melihat hasil akhir restorannya, rasa lelah yang menguras energi kami selama tiga minggu terakhir seketika sirna. Raut wajah lega dan senyum bahagia Bu Ninuk menjadi piala kemenangan tersendiri bagi kami. Restoran impian beliau kini tidak lagi sekadar ide di layar WhatsApp atau sketsa visual, melainkan sebuah ruang nyata yang siap menyambut para tamu dengan kehangatan.

TATA semua ada tempatnya | by insterhome

NEXT PROJECT

Project ibu Yuli – untuk rumah pertamanya

View Project →